find us on : | Online : 2 | Today : 34 | Hits : 65 | Total Visitor : 416959
, 00 0000 - 00:00:00 WIB
Tinggalkan Riba
by : EM | Kategori: Spritual | Dibaca: 5144 kali

Salah satu dosa bisnis yang berat dosanya adalah riba. Secara bahasa, riba berarti ziyadah, yang berarti tambahan. Sedangkan, menurut istilah, riba adalah pengambilan tambahan dari harta pokok (modal) tanpa ganti imbalan sebagai syarat terjadinya suatu transaksi.

 

Misalnya, Ali meminjam uang kepada Budi yang harus dikembalikan dalam waktu satu bulan dengan tambahan sebesar 10 %. Tambahan 10 % dari hutang pokok yang disyaratkan oleh pihak pemberi pinjaman itulah yang disebut dengan riba.

 

Sepanjang sejarah, praktek riba disebut sebagai perbuatan yang dikutuk. Praktik riba sebagaimana contoh di atas adalah praktik riba paling tradisional yang sudah dilakukan masyarakat jahiliyah. Beberapa sumber menyebutkan, bahkan pada masa Yunani kuno sudah terjadi praktek memperanakkan uang dan mereka menyebutnya sebagai perbuatan yang menentang alam.

 

Dewasa ini, riba muncul dalam berbagai bentuk transaksi. Kalangan ekonom menyebutnya sebagai bentuk “mal-business”, yaitu perbuatan bisnis yang merugikan; atau ada juga yang menyebutnya sebagai business crimes, yaitu praktik bisnis terlarang; dan ada juga yang menyebutnya dengan business tort, yaitu praktik bisnis tidak terpuji karena merugikan pihak lain.

 

Tidak kurang buruknya, hukum Islam menyebutnya sebagai tindakan bathil (salah, bohong, dan tidak berguna), fasad (rusak, binasa, dan busuk), dan zhulm (penganiayaan, penindasan, dan sewenang-wenang). Oleh karena itu, menurut hukum Islam, riba hukumnya haram.

 

Pengambilan tambahan (riba) yang dilarang dalam hukum Islam bukan hanya karena berjumlah besar, misalnya 50 % atau 60 %, tetapi setiap tambahan yang disyaratkan pada waktu terjadi akad sekalipun berjumlah kecil (5 % atau 10 %). Demikian pula, bukan hanya pada objek uang atau benda berharga lainnya, tetapi juga pada binatang ternak dan buah-buahan.

 

Al-Qur’an dengan tegas telah mengharamkan riba. Al-Qur’an menyatakan, “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah…”. (QS. Al-Baqarah [2]: 276).

 

            Ayat lain menegaskan, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa-sisa riba (yang belum diambil) jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah [2]: 278).

 

            Bukan hanya Al-Qur’an, hadis Rasulullah saw. juga menegaskan keharaman riba. Sebuah hadis menyatakan, “Dari Jabir ia berkata, ‘Rasulullah saw. melaknat orang-orang yang memakan riba, yang mewakilinya, yang menuliskannya, dan dua orang saksinya. Kata Rasulullah saw. mereka itu sama saja’.” (HR. Muslim).

 

Sumber: Buku "Menjadi Muslim Milyarder"






Iklan Baris buku BERBISNIS DG IMAN DAN BUKU MENJADI MUSLIM MILIARDER,SEDIA DI GRAMEDIA.

Expidisi di sungai mahakam pengankutan barang atau sejenisnya Memberikan Pelayanan yg terbaik.



Artikel Terkait


Komentar :



Isi Komentar

Klik untuk menampilkan Form Komentar