find us on : | Online : 3 | Today : 180 | Hits : 282 | Total Visitor : 365729
Sabtu, 04 Januari 2014 - 10:20:00 WIB
Mengapa Harus Berdoa?
by : AD | Kategori: Spritual | Dibaca: 3636 kali

Mungkin itu pertanyaan yang muncul dalam pikiran Anda. Apa hubungannya bisnis dengan doa? Untuk menjawabnya, kami ingin mengajukan pertanyaan, adakah di antara kita yang kuat diserang virus, disapu badai, atau diterjang peluru? Adakah di antara kita yang tahu segala hal dan menguasai semua bidang ilmu? Adakah di antara kita yang bisa memprediksi masa depan dengan pasti?

Tidak ada ‘kan? Itu berarti kita semua lemah. Pengetahuan dan kemampuan kita terbatas. Jaringan yang kita miliki juga terbatas. Karena itulah, kita membutuhkan kekuatan yang Mahadahsyat. Kekuatan yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Kekuatan yang menggenggam semesta alam. Dialah Allah SWT. Dialah yang menjamin rezeki semua hamba-Nya. Dialah yang selalu mendengar keluh kesah hamba-Nya. Dialah yang tidak pernah bosan menolong hamba-Nya.

Ketika usaha yang kita lakukan sudah mentok. Tidak ada lagi usaha yang bisa dilakukan. Maka, amalan yang harus terus kita lakukan adalah doa. “Doa adalah senjata orang beriman”, demikian sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Imam Hakim.Sejatinya memang demikian, doa adalah senjata yang ampuh untuk menaklukkan berbagai masalah dan cobaan hidup. Doa juga merupakan senjata yang dahsyat untuk mengungkit kita menjangkau harapan dan cita-cita. Karena itu, kita harus sungguh-sungguh memerhatikan kualitas doa kita.

Thalut dan pasukannya ketika akan berperang menghadapi Jalut dan bala tentaranya yang banyak dan gagah perkasa, memanfaatkan kedahsyatan doa sebagai senjata andalan untuk memenangkan pertempuran, sebagaimana dikisahkan dalam Al-Qur’an. “Dan ketika mereka maju melawan Jalut dan tentaranya, mereka (Thalut dan tentaranya) berdoa, ‘Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kokohkanlah langkah kami, dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.’” (QS. Al-Baqarah [2]: 250). Permohonan Thalut dan tentaranya dikabulkan oleh Allah. Jalut dan tentaranya yang gagah perkasa dapat dikalahkan dan Jalut pun tewas oleh Daud as. Hal ini dikisahkan dalam Al-Qur’an, “Maka mereka (Thalut dan tentaranya) mengalahkannya (Jalut dan tentaranya) dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut…”. (QS. Al-Baqarah [2]: 251).
    
Demikian pula ketika Rasulullah saw. memimpin pasukan muslim menghadapi pasukan kafir Quraisy dalam perang Badar. Waktu itu, pasukan muslim hanya berjumlah 300 orang dengan peralatan perang alakadarnya. Sedangkan, pasukan kafir Quraisy berjumlah 1.000 orang dengan peralatan perang yang lengkap. Jelas pertempuran yang tidak seimbang. Melihat kenyataan ini, (sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abdullah ibnu Abbas dari Umar bin Khathab) Rasulullah saw. menghadap kiblat, menengadahkan kedua tangannya, dan berdoa,

“Ya Allah, berikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku, datangkanlah yang telah Engkau persiapkan untukku. Ya Allah, jika pada hari ini (perang Badar) seluruh pasukan muslim kalah dan terbunuh, maka tak ada lagi yang akan menyembah-Mu.” Rasulullah saw. terus menengadahkan kedua tangannya, menghadap kiblat, dan berdoa sampai surban beliau jatuh dari pundaknya. Kemudian, Sayidina Abu Bakar datang menghampiri dan mengambil surban beliau serta meletakkan kembali di pundak beliau. Sayidina Abu Bakar duduk di belakang Rasulullah saw. dan berkata kepadanya, “Wahai Nabi Allah, betapa engkau telah bersungguh-sungguh memohon kepada Rabb-Mu. Percayalah Dia akan memberikan apa yang telah dijanjikan untukmu. Maka, Allah pun menjawab permohonan Rasulullah saw. Pada peperangan Badar, pasukan muslim berhasil mengalahkan pasukan kafir Quraisy dan meraih kemenangan yang gemilang. Hal ini dikisahkan dalam Al-Qur’an, “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, ‘Sungguh Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.’” (QS. Al-Anfal [8]: 9).
    
Dengan demikian, jelas sekali betapa dahsyatnya sebuah doa. Ia adalah senjata ampuh untuk keluar dari kesulitan dan menggapai kemenangan dan keberhasilan. Ketika Nabi Yunus as. ditelan ikan paus, beliau pun berdoa kepada Allah, sehingga akhirnya bisa keluar dari perut ikan paus dengan selamat. Ketika Nabi Ibrahim as. dalam bahaya akan dibakar oleh Raja Namruz, Nabi Ibrahim as. berdoa memohon perlindungan kepada Allah. Maka, Nabi Ibrahim pun selamat dari kobaran api. Allah jadikan api yang membakar Nabi Ibrahim menjadi dingin. Ketika dikejar oleh Fir’aun dan pasukannya, Nabi Musa as. juga berdoa kepada Allah. Kemudian, Allah menyelamatkan Nabi Musa as. dan para pengikutnya, serta menenggelamkan Fir’aun dan pasukannya di laut merah.

Demikianlah para nabi dan para pengikutnya serta generasi sebelum kita begitu memanfaatkan kekuatan doa untuk keluar dari kesulitan dan menggapai kemenangan. Karena itu, marilah kita memanfaatkan kekuatan doa dengan optimal agar dapat mengatasi setiap permasalahan dan kesusahan yang mengimpit, serta mampu menggapai kesuksesan dan kebahagiaan.

Mengapa harus berdoa?
·    Pengetahuan dan kemampuan kita terbatas.
·    Doa adalah senjata orang beriman.
·    Doa merupakan sarana efektif untuk memohon pertolongan kepada Allah.

Sumber : buku " Menjadi Muslim Milyarder" by @AnangSujana






Iklan Baris Di Jual Rumah Ada 2 unit luas 120m2 tingkat 2 lantai, 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, 550jta perunit

buku BERBISNIS DG IMAN DAN BUKU MENJADI MUSLIM MILIARDER,SEDIA DI GRAMEDIA.



Artikel Terkait


Komentar :



Isi Komentar

Klik untuk menampilkan Form Komentar