find us on : | Online : 5 | Today : 102 | Hits : 280 | Total Visitor : 373052
, 00 0000 - 00:00:00 WIB
Kaya itu Keharusan
by : EM | Kategori: Motivasi | Dibaca: 3975 kali

Berbicara keinginan menjadi kaya, rasanya setiap orang ingin jadi orang kaya. Apa sebenarnya kekayaan itu? Setiap orang tentu memiliki definisi masing-masing tentang kekayaan. Namun demikian, tidak terlalu penting kita membicarakan definisi kaya. Menurut kami, yang paling penting kita bicarakan adalah tentang bagaimana kita memaknai kekayaan.

 

Ada sebagian orang yang memaknai kekayaan dari sudut pandang negatif. Mereka mengatakan, “Mengapa harus mengejar-ngejar kekayaan? Mengapa harus mengejar harta? Bukankah banyak harta tidak menjamin kebahagiaan? Bukankah kekayaan tidak menjamin bisa masuk surga?”

 

Kalimat tersebut memang tidak salah. Betul bahwa kekayaan tidak menjamin kebahagiaan. Sangat tepat bahwa kekayaan juga tidak menjamin masuk surga. Akan tetapi, bukankah kemiskinan juga tidak menjamin kebahagiaan? Bukankah kemiskinan juga tidak menjamin masuk surga? Lalu, mengapa mengejar-ngejar kemiskinan? Mengapa membangga-banggakan kemiskinan? Mengapa beranggapan kemiskinan itu takdir sebagai dalih untuk bermalas-malasan?

 

Inti persoalannya adalah bagaimana kita memaknai kekayaan. Kekayaan bisa membuat hidup orang bahagia. Akan tetapi, kekayaan juga bisa membuat hidup orang menderita.

 

Kekayaan hanyalah alat, bukan tujuan. Kekayaan layaknya sebuah pisau. Pisau dapat digunakan sebagai alat dapur untuk memotong sayuran, daging, dan ikan, sehingga kita dapat menikmati makanan yang lezat, seperti sate ayam, rendang, sayur sop, dan ikan bakar. Akan tetapi, pisau juga dapat digunakan seseorang untuk melakukan tindak kejahatan.

 

Jadi, jelas sekali bahwa kekayaan itu bersifat netral. Tergantung pada siapa yang mendayagunakannya. Untuk itu, saya pikir lebih baik kita memandang kekayaan dari sudut pandang positif. Karena, hal ini akan menimbulkan efek motivasi yang tinggi. Yang terpenting adalah pemahaman yang benar tentang kekayaan. Bagaimana menjadikan kekayaan sebagai alat untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

 

Bagaimana menjadikan kekayaan sebagai jembatan yang mengantarkan kita meraih ridha Allah di dunia dan akhirat. Bagaimana menjadikan kekayaan sebagai media yang dapat mengantarkan kita berkumpul bersama Rasulullah saw. di surga kelak. Untuk itu kita perlu belajar! Jangan sampai kekayaan yang kita miliki justru malah menjerumuskan kita ke jurang kehinaan dan neraka.

 

Karena itu, sebelum kita menjadi orang yang kaya harta, disyaratkan terlebih dahulu kita menjadi orang yang kaya iman, kaya ilmu, dan kaya akhlak, agar kekayaan (harta) yang kita miliki menjadi berkah dan menjadi sarana untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Insya Allah.

 

Dengan memandang nilai strategis kekayaan, maka tidak ada salahnya, bahkan sangat dianjurkan jika kita bercita-cita menjadi orang kaya bahkan kaya raya.

 

Sumber: Buku "Menjadi Muslim Milyarder"






Iklan Baris Di Jual Rumah Ada 2 unit luas 120m2 tingkat 2 lantai, 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, 550jta perunit

Belajar bisnis BUSANA MUSLIMAH 2juta dapat harga grosir, PIN 274FC9E6 / 085692305041 / 02196990678



Artikel Terkait


Komentar :



Isi Komentar

Klik untuk menampilkan Form Komentar