find us on : | Online : 4 | Today : 152 | Hits : 373 | Total Visitor : 379788
, 00 0000 - 00:00:00 WIB
Bersyukur dalam Ucapan dan Perbuatan
by : EM | Kategori: Spritual | Dibaca: 12512 kali

Keyakinan dalam hati bahwa Allah-lah sumber dari segala nikmat yang diperoleh harus dinyatakan dengan lisan dalam bentuk pujian kepada Allah. Syukur lisan dilakukan dengan memuji Allah yang telah menganugerahkan berbagai nikmat, yakni dengan mengucapkan Alhamdulillâhirabbil ‘âlamîn.

 

Kata al-hamdu terdiri dari huruf alif dan lam yang beriringan dengan kata hamd. Huruf alif dan lam yang mengiringi kata hamd oleh para pakar Bahasa Arab dinamai al-istighrak yang berarti mencakup segala sesuatu. Itulah sebabnya, alhamdulillâh diterjemahkan dengan segala puji bagi Allah.

 

Selanjutnya, huruf lam (yang berarti bagi) yang menyertai lafadz Allah (lillâh) mengandung makna pengkhususan bagi-Nya. Ini berarti bahwa segala pujian hanya pantas dipersembahkan kepada Allah swt. Karena, Dia-lah yang telah menganugerahkan nikmat dan karunia yang tak terbilang kepada kita.

 

Kebaikan yang kita peroleh pada hakikatnya berasal dari Allah semata. Dengan demikian, segenap pujian pada akhirnya akan bermuara kepada Allah. Itu sebabnya, kita diajarkan untuk mengucapkan Alhamdulillâhirabbil ‘Alamiin, yang berarti segala, sekali lagi segala puji hanya bagi Allah.

 

Syukur tidak cukup hanya diyakini dalam hati bahwa Allah-lah pemberi nikmat dan diucapkan secara lisan dengan memperbanyak membaca tahmid, tetapi memerlukan pembuktian dengan perbuatan. Syukur perbuatan adalah mempergunakan segala nikmat yang dikaruniakan Allah menurut kehendak Allah yang telah memberikan nikmat itu. Ini artinya, nikmat-nikmat tersebut harus digunakan untuk ketaatan kepada-Nya dan berbuat kebaikan yang memberikan maslahat bagi orang lain.

 

Kita dikaruniai harta kekayaan oleh Allah, maka nafkahkanlah untuk keperluan yang baik dan diridhai Allah. Bayarkan zakatnya dan lengkapi dengan infak dan sedekah. Bantu saudara-saudara kita yang kurang mampu. Bahkan, kalau mampu berdayakan mereka dengan harta yang kita miliki.

 

Kita dikaruniai ilmu pengetahuan, maka amalkanlah untuk mencerdaskan orang lain. Jangan hitung-hitungan tarif atau honor mengajar. Niatkan saja sebagai jihad fi sabilillah. Urusan uang (honor) biar Allah yang mengatur. Insya Allah, hasilnya akan sesuai (bahkan melebihi) dengan yang kita harapkan.

 

Singkat kata, segala macam yang Allah karuniakan kepada kita, gunakanlah untuk berbuat ketaatan kepada-Nya dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat.

 

Sumber: Buku "Menjadi Muslim Milyarder" karya @AnangSujana






Iklan Baris Menjual Jaket bola dengan harga Murah dan ada diskon juga.. Welcome reseller dan dropship

Dapatkan berbagai inspirasi untuk mengHEBAT setiap hari...



Artikel Terkait


Komentar :



Isi Komentar

Klik untuk menampilkan Form Komentar