find us on : | Online : 1 | Today : 184 | Hits : 343 | Total Visitor : 387702
Kamis, 17 Juli 2014 - 07:07:17 WIB
Berbaik Sangka kepada Allah
by : NC | Kategori: Spritual | Dibaca: 2903 kali

Berbaik Sangka kepada Allah


    Alkisah, seorang pemuda hendak berangkat kembali ke kota setelah seminggu di kampung menjenguk orangtuanya. Kampungnya sangat terpencil. Di terminal kampungnya hanya ada satu bis dalam sehari yang berangkat menuju kota.
    Pagi itu, si pemuda tampak terburu-buru. Ia tidak mau ketinggalan bis ke kota. Ia naik ojeg tetangganya. Namun sayangnya, di tengah perjalanan ojeg yang dikendarainya bocor bannya. Si pemuda itu tampak kesal. Ia terus  menggerutu. Ia khawatir tertinggal bis kota.
    Ketika ban motor sudah selesai ditambal, si pemuda meminta tukang ojeg untuk menggeber motornya. Ia berharap belum tertinggal bis kota. Sampai di terminal, ternyata bis kota sudah berangkat. Pemuda itu semakin bertambah kesal. Terpaksa ia pulang ke rumahnya. Karena, baru esok pagi bis ada lagi yang ke kota.
    Sore harinya, ia mendengar berita dari sebuah stasiun radio bahwa bis yang berasal dari kampungnya yang berangkat pagi hari tadi mengalami kecelakaan. Pemuda itu kaget. Ia terhenyak. Seketika ia beristigfar berulang-ulang. Sepanjang hari ia menggerutu karena kesal tertinggal bis kota.
Padahal, Allah bermaksud melindunginya dari kecelakaan. Caranya dengan menjadikan ojeg yang ditumpanginya bocor bannya, sehingga ia tertinggal bis kota itu. Andaikan pemuda itu tidak tertinggal bis, mungkin ia termasuk salah satu korban yang meninggal.
Pemuda itu terus beristigfar. Kemudian, mengucapkan hamdalah sebagai rasa syukur kepada Allah.
٭٭٭
    Seringkali kita terburu-buru untuk menyikapi peristiwa yang kita alami. Kita tidak menyempatkan diri untuk berpikir terlebih dahulu. Kita langsung meresponnya. Padahal, respon spontanitas hampir selalu keliru. Parahnya lagi kita berburuk sangka kepada Allah. Padahal, tidak ada yang keliru dengan ketetapan Allah. Yang keliru adalah cara kita memandang dan memahaminya.
    Karena itu, ketika bisnis yang kita jalankan tengah mengalami ujian, seperti omset terus menurun, kerugian operasional, atau bahkan diambang kebangkrutan, jangan sekali-kali berburuk sangka kepada Allah. HARAM hukumnya berburuk sangka kepada Allah.
    Yang mesti kita lakukan adalah introspeksi diri. Dosa apa yang telah kita lakukan? Bagaimana kita menjalankan bisnis selama ini? Apakah ada cara-cara haram yang kita tempuh? Jika ada hal-hal salah yang kita lakukan, berhentilah dan segera bertobat.
    Kemudian, lakukan evaluasi pada sistem bisnis yang dijalankan. Mungkin kita perlu melakukan rebranding, repositioning, inovasi produk, perbaikan strategi pemasaran, atau mungkin mengkaji harga produk. Intinya berbaik sangka kepada Allah. Karena, bersama kesulitan ada kemudahan. Dibalik musibah pasti terdapat hikmah.   


Sumber : Buku Menjadi Muslim Milyarder by @AnangSujana






Iklan Baris cara menghasilkan uang secara online, resmi bersertifikat nasional dan internasional.

Belajar bisnis boneka modal 2juta dpt harga grosir, itemnya bisa milih PIN 28B3A94E / 08176793339.



Artikel Terkait


Komentar :



Isi Komentar

Klik untuk menampilkan Form Komentar