find us on : | Online : 3 | Today : 152 | Hits : 360 | Total Visitor : 379788
Jumat, 14 Februari 2014 - 13:07:05 WIB
Bencana, Bagaimana Menyikapinya?
by : NC | Kategori: Spritual | Dibaca: 2821 kali

Beberapa bulan terakhir Indonesia dilanda berbagai macam bencana. Rasanya tak habis-habis. Baru saja kita merasa kelelahan karena banjir yang tak kunjung surut. Tak hanya di Ibukota, banjir melanda hampir di semua daerah di Indonesia. Lalu semburan awan panas Sinabung, setelah berbulan-bulan pengungsi ditahan di pengungsian. Bencana ini juga memakan korban jiwa. Hingga yang terakhir kita dikejutkan oleh letusan Gunung Kelud yang terjadi pada 13 Pebruari lalu, mejelang tengah malam. Abu vulkaniknya menyebar selama berjam-jam sampai ke Bandung dan NTB.

Ebiet G. Ade dalam lagunya menuturkan,
Anugerah dan Bencana adalah kehendakNya, kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar, adalah DIA diatas segalanya

Bencana, khususnya bencana alam, menurut sebab musababnya dapat dipisahkan menjadi dua;
a.    Bencana alam yang terjadi karena kehendak/ketetapan Allah, sudah tertulis di dalam kitab Lauhul Mahfuzh. Gunung meletus, gempa bumi, tsunami, angin puting beliung, topan, badai dan segala macamnya yang terjadi tanpa bisa diprediksi umat manusia dan tak bisa dicegah. Allah hanya memberikan sedikit tanda-tanda kepada manusia sebagai makhluk yang dapat berpikir.
b.    Bencana alam yang terjadi sebagai akibat dari ulah manusia. Banjir terjadi karena manusia tidak pandai dan lengah dalam menjaga keseimbangan alam. Hutan digunduli, pengelolaan sampah yang ngawur, hingga pembangunan yang tidak memedulikan pengaruhnya pada lingkungan.

Bencana, apapun itu bentuknya, bisa diartikan sebagai ujian dari Allah. Sebagaimana dikatakan dalam Al Qur’an,
“Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, kelaparan, dan kekurangan harta, hilangnya jiwa, dan sedikitnya buah-buahan.”
(Surah al-Baqarah : 155)

Namun, bencana juga merupakan teguran dan hukuman dari Allah atas dosa yang telah dilakukan oleh manusia..
Allah berfirman,
“Barang siapa yang melakukan keburukan (baca:maksiat) maka dia akan mendapatkan balasan karena keburukan yang telah dilakukannya”(QS An Nisa: 123).

Dalam menghadapi bencana apapun, seharusnyalah kita tetap berbaiksangka kepada Allah. Musibah dimaksudkan untuk meninggikan derajat orang-orang yang beriman, memperbesar pahala, dan sebagai qudwah (teladan) bagi yang lainnya untuk bersabar. Ujian dibebankan kepada manusia juga sebagai penggugur dosa dan maksiat yang telah dilakukan, agar manusia bertaubat. Ujian dan Musibah adalah tanda cinta Allah kepada umatNya, sebagaimana emas dan perak diuji keampuhannya dengan api sedangkan seorang mukmin diuji dengan ditimpakan musibah.

Bila bencana menimpa, maka bersabarlah. Dibalik setiap bencana pasti ada kebaikan, seperti dibalik setiap kesulitan ada dua jalan keluar. Mengeluh dan menggerutu hanya akan menambah penderitaan. Jika bersabar, pasrah dan menyerahkan segalanya pada Allah (bertwakkal), Allah akan membalas dengan mengganti yang hilang dengan yang lebih baik, sebaliknya berkeluh kesah hanya akan mengundang murka Allah.






Iklan Baris Dapatkan berbagai inspirasi untuk mengHEBAT setiap hari...

Punya BB, facebook, twitter tapi belum hasilkan uang? malah ngabisin quota, yuk jualan baju aja



Artikel Terkait


Komentar :



Isi Komentar

Klik untuk menampilkan Form Komentar