find us on : | Online : 3 | Today : 73 | Hits : 164 | Total Visitor : 379708
, 00 0000 - 00:00:00 WIB
Belajar Mandiri Sejak Usia Dini
by : EM | Kategori: Motivasi | Dibaca: 8956 kali

Seperti kedewasaan, sifat mandiri tidak berkaitan dengan usia. Mengapa demikian? Sebab menjadi dewasa dan mandiri merupakan proses masing-masing pribadi, yang berbeda masanya dan berbeda juga caranya. Namun, setiap orang akan melaluinya. Sebagian berhasil menjalaninya, meski sebagian lain gagal dalam menyelesaikan ujiannya.

 

Butuh kesabaran dan kesungguhan untuk menjadi seseorang yang mandiri. Butuh keberanian dan kemampuan mengendalikan diri untuk dapat menjadi orang yang tidak bergantung kepada orang lain dari segi materi atau pun moril. Dan seringkali sifat mandiri ini lebih awal dimiliki oleh mereka yang harus berjuang dalam kehidupannnya sejak kecil.

 

Seperti kisah Nabi Muhammad saw yang sudah terbiasa hidup mandiri sejak kecil. Ketika usia delapan tahun, Muhammad saw bekerja sebagai penggembala kambing milik orang-orang kaya di Mekah. Upah dari menggembala kambing itu cukup untuk keperluan hidup beliau.

 

Hal ini mengajarkan kita tentang bagaimana seorang anak kecil, di usia yang masih sangat muda, di mana anak-anak lain sedang bermain, beliau justru berusaha mencari penghasilan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Beliau mampu menunda kesenangan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Beliau tidak malu dan gengsi untuk bekerja kepada orang lain. Bahkan, saat menginjak usia remaja, beliau pun sudah mampu untuk berniaga dan sangat terkenal sebagai pedagang yang jujur.

 

Lalu bagaimana dengan diri Anda saat ini? Sudah berapa usia Anda? Sudahkah Anda hidup dengan biaya dari penghasilan Anda sendiri? Atau saat ini Anda masih menumpang kepada orang tua? Baik dari tempat tinggal, makanan sehari-hari, pakaian yang kita kenakan, atau pun biaya pendidikan.

 

Segeralah bangun diri Anda menjadi pribadi mandiri. Mulai melamar pekerjaan atau membangun usaha Anda sendiri. Sebab menikmati hidup dengan membebani orang lain adalah sikap tercela. Sedangkan, kemandirian adalah sikap terpuji. Kemandirian adalah potensi yang dikaruniakan Allah kepada setiap manusia untuk meraih sukses di dunia dan akhirat. Hanya saja kebanyakan orang tidak menggunakan potensi itu dan lebih memilih menjadi benalu dengan bergantung kepada orang lain.

 

Sumber: Buku "Menjadi Muslim Milyarder" karya @AnangSujana






Iklan Baris jual matras murah ukuran 2mtr harga supermurah grosir 380.000. hub 08176793339.

Expidisi di sungai mahakam pengankutan barang atau sejenisnya Memberikan Pelayanan yg terbaik.



Artikel Terkait


Komentar :



Isi Komentar

Klik untuk menampilkan Form Komentar