find us on : | Online : 1 | Today : 36 | Hits : 96 | Total Visitor : 348897
, 00 0000 - 00:00:00 WIB
Bakhil itu Mengundang Azab (2)
by : EM | Kategori: Spritual | Dibaca: 2049 kali

Kisah Tsa’labah setali tiga uang dengan Qarun. Hanya, ia hidup pada masa Nabi Muhammad saw.Tsa’labahadalah orang yang sangat miskin. Sampai-sampai kain untuk shalat pun harus bergantian dengan istrinya. Suatu hari Tsa’labah merajuk kepada Rasulullah agar didoakan menjadi orang kaya, sehingga ia bisa lebih optimal dalam beribadah kepada Allah. Ia berjanji kepada Rasulullah jika kaya, ia akan menggunakan kekayaannya itu untuk kepentingan di jalan Allah.

 

Setelah merajuk hingga tiga kali dalam tiga kesempatan berbeda, Rasulullah berkenan mendoakanTsa’labahagar menjadi orang kaya. Kemudian beliau memberikan seekor kambing jantan dan betina kepadaTsa’labahuntuk diternak.Tsa’labahsangat tekun dengan pekerjaannya sebagai peternak kambing. Secara perlahan kambingTsa’labahterus bertambah banyak hingga mencapai ribuan ekor. Ia telah berubah menjadi orang kaya raya.

 

Di sinilah Tsa’labah lupa dengan janjinya kepada Rasulullah saw. Ia tidak mau membayar zakat serta mengeluarkan infak dan sedekah. Sifat bakhil telah merasuk ke relung hatinya. Ia mengira dengan berzakat dan berinfak akan mengurangi hartanya yang didapat dengan susah payah.

 

Berulang kali Rasulullah saw. mengutus orang untuk mengambil zakat dariTsa’labah, namun sebanyak itu pulaTsa’labahselalu berkelit. Akibat sikapnya itu, secara perlahan bisnisTsa’labahmengalami kemunduran hingga akhirnya bangkrut.

 

Kisah Tsa’labah ini dikisahkan dalam surat At-Taubah [9]: 75 – 76.

“Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, ‘Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang saleh.” Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran).” (QS. At-Taubah [9]: 75 – 76).[1]

 

Kisah Qarun dan Tsa’labah semestinya menjadi pelajaran berharga bagi kita. Kisah keduanya merupakan bukti bahwa bakhil akan menjerumuskan kita ke lembah kenistaan di dunia dan akhirat. Karena itu, mari kita bersihkan hati kita dari sifat bakhil.

Kita harus sadar bahwa semua harta yang kita miliki merupakan karunia Allah. Maka, sudah sepantasnya kita berterima kasih kepada-Nya dengan cara menginfakkan harta kita untuk kepentingan syiar agama Allah dan kemaslahatan umat. Bayar zakat tepat waktu dan lengkapi dengan infak dan sedekah. Insya Allah, itu semua akan mendatangkan keberkahan pada harta kita



[1] Menurut sebagian Mufasir, ayat ini berkenaan dengan kisah Tsa’labah. 

 

Sumber: Buku "Menjadi Muslim Milyarder" karya @AnangSujana






Iklan Baris Punya BB, facebook, twitter tapi belum hasilkan uang? malah ngabisin quota, yuk jualan baju aja

Menjual Jaket bola dengan harga Murah dan ada diskon juga.. Welcome reseller dan dropship



Artikel Terkait


Komentar :



Isi Komentar

Klik untuk menampilkan Form Komentar