find us on : | Online : 9 | Today : 54 | Hits : 235 | Total Visitor : 336272
Selasa, 00 Maret 2014 - 07:08:30 WIB
Akibat Marah
by : NC | Kategori: Spritual | Dibaca: 30493 kali

Sebagai manusia, adalah sebuah kewajaran bila pernah dihinggapi rasa marah. Bahkan Rasulullah saja pernah marah, namun marahnya Rasulullah tidak pernah melampaui batas-batas dan beliau hanya marah jika ada sesuatu atau seseorang yang melanggar syariat atau menentang perintah Allah dan Rasul-Nya. Cara Rasul menunjukkan amarah juga bukan dengan lidah atau perbuatan. Bila beliau marah, para sahabat akan mengetahuinya dari gerik air muka beliau yang memerah dan peluh yang menetes dari dahinya.

Marah, sebagai pelampiasan emosi memang dianjurkan agar tidak mengendap dan menumpuk menjadi stress. Namun, amarah harus dikontrol agar tidak meluap. Percaya atau tidak, amarah yang tak bisa dikontrol tidak hanya akan membahayakan jiwa, rasa marah juga merusak kesehatan.

read: http://kecupmanis.com 


Saat emosi memuncak, seketika suhu tubuh naik dan tekanan darah meningkat. Pada beberapa kasus tekanan darah yang tinggi menyebabkan sakit kepala, bahkan serangan jantung atau stroke karena pecahnya pembuluh darah. Marah juga bisa mengakibatkan melemahnya sistem kekebalan tubuh sehingga si pemarah cendrung lebih mudah sakit, karena saat emosi yang berlebihan itu tak dikontrol, maka akan timbul stress dan kondisi psikis yang menyebabkan sulit tidur atau istirahat. Kondisi inilah yang melemahkan daya tahan tubuh. Memelihara perasaan marah akan berujung pada depresi. Marah juga mengakibatkan hilangnya fokus dan tidak rasional dalam mengambil keputusan.

Seringnya, perasaan marah yang berlebihan menimbulkan kerusakan dan kebinasaan. Bayangkan saja, karena marah, orang akan memukul, mencaci maki, merusak, bahkan membunuh, na’udzubillah. Tidak hanya orang yang marah yang akan merasa sakit, tapi juga orang yang berhadapan dengannya, akan merasakan dampak buruk dari amarah.
Karena buruknya akibat marah, maka Rasulullah senantiasa mengingatkan para sahabat agar selalu waspada dengan sifat marah. Dalam sebuah riwayat Al Bukhari, Malik dan Tirmidzi diceritakan, Rasulullah menasihati sahabat Abu Hurairah, RA dengan; “Jangan Marah”. Larangan ini diulang oleh beliau sampai beberapa kali. Begitu pula ketika seorang sahabat, Abdullah bin Amru bertanya tentang sesuatu yang dapat menyelamatkannya dari murka Allah, Baginda Nabi menjawab, “Jangan tunjukkan kemarahan kamu.”
Dalam sebuah majelis, Rasulullah berkata,
“Bukanlah orang yang kuat itu orang yang banyak berperang. Sesungguhnya orang yang kuat itu adalah orang yang dapat menguasai dirinya ketika marah.”
(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)

Orang yang dapat menguasai dirinya saat dia marah, dia akan dapat menahan diri dari perbuatan tercela dan dapat terlepas dari murka Allah.






Iklan Baris Ingin berbisnis baju wanita? potensi untung hingga 100% bahkan lebih >> 081297200852 | pin 75C0A5EC

Di Jual Rumah Ada 2 unit luas 120m2 tingkat 2 lantai, 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, 550jta perunit



Artikel Terkait


Komentar :



Isi Komentar

Klik untuk menampilkan Form Komentar